ZIKV

ZIKV

16

Feb 2016

ZIKV

Dikirim ke : ardetoga@gmail.com

Oleh :

Candra Eka Puspitasari, S.Farm.,Apt (member of IYPG DIY)

Saran dan kritik di : fa.candra.eka@gmail.com

 

 

Beberapa waktu terakhir, dunia digemparkan oleh adanya kelahiran bayi dengan kelainan microcephaly, yang diduga merupakan dampak dari virus Zika yang menginfeksi ibu nya semasa hamil. Sejak tahun 2007, muncul beberapa kasus di Pulau Yap, kemudian meluas di French Polynesia sekitar 2013 hingga 2014 dan sejak tahun 2015 menyebar ke daratan Amerika, dimana kasus pertama dijumpai di Amerika Selatan.  Menanggapi laporan dari Kementrian Kesehatan Brazil tentang adanya peningkatan tidak wajar pada kasus microcephaly sejak kemunculan virus Zika dinegara tersebut, pemerintah Brazil melakukan observasi mendalam dimulai pada Oktober 2015. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan kasus Syndroma Guillain-Barré (GBS) tercatat sejak 2014 di Polinesia Prancis. Pada 1 February 2016, WHO meresmikan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sebagai lembaga yang menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan microcephaly dan penyakit neurologis pada beberapa area yang kemungkinan disebabkan oleh virus Zika.

Virus  Zika (ZIKV) merupakan virus dari genus Flavivirus, Famili Flaviviridae, dari kelompok Spondweni, yang ditularkan ke manusia melalui nyamuk. Awalnya virus ini di isolasi tahun 1947 dari monyet di hutan Zika, Uganda, kemudian di tahun 1948 diisolasi dari nyamuk (Aedes africanus) di hutan yang sama dan tahun 1952 diisolasi dari manusia di Nigeria. Terdapat dua turunan virus Zika yaitu turunan Afrika dan Asia yang mana baru-baru ini merupakan suatu kegawat daruratan di Asia Pasifik dan Amerika.  Nyamuk  yang  menjadi  vektor  penyakit  Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis  Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus  pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan.

Periode inkubasi yang diperlukan sekitar 12 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.  Sebagian besar infeksi menetap tanpa gejala antara 60-80%. Namun, terdapat satu diantara lima orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala, antara lain demam,  kulit  berbintik  merah,  sakit  kepala,  nyeri  sendi,  nyeri  otot,  sakit kepala, kelemahan dan konjungtivitis (peradangan pada mata). Gejala penyakit umumnya dalam kategori sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya karena infeksi virus bersifat self limiting disease, dengan gejala demam berlangsung selama 4-7 hari, tanpa komplikasi berat dan tidak berhubungan dengan kematian dan kebutuhan rawat inap. Kejadian yang sangat jarang terjadi adalah retro-orbital dan keluhan gastrointestinal meski pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

Diagnosis virus Zika didasarkan pada deteksi viral RNA dari spesimen klinis pada kondisi penyakit akut, dengan periode viraemic cukup singkat. RNA Zika dapat dideteksi di urin pada lebih dari 10 hari setelah onset penyakit. Dari hari kelima setelah onset demam, penyelidikan serologi dapat dilakukan untuk mendeteksi Zika, menggunakan antibody spesifik IgM. Pada wanita hamil yang terinfeksi virus Zika, keberadaan virus ini dapat teramati dalam cairan amnion menggunakan RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction), meskipun belum diketahui hubungan yang kuat antara penularan virus Zika dari ibu kepada janin pada trimester pertama dan kedua menyebabkan kejadian microcephaly congenital. Sama hal nya dengan kondisi auto imun, neurological dan neurodevelopmental seperti Syndroma Guillain-Barré (GBS) pada manusia yang terinfeksi virus Zika.

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga terapi yang dilakukan adalah terapi simpomatik, terutama berdasar pada managemen nyeri, demam, dan anti-histamin untuk gejala pruritic rash. Terapi dengan aspirin dan NSAID (Non Steroid Anti-Inflamations) dilarang karena berpotensi meningkatkan perdarahan yang dilaporkan juga terjadi pada paparan flavivirus lainnya. Jika seseorang terinfeksi virus Zika, maka dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

1.    Istirahat cukup dan perbaikan pola makan dengan menambah asupan makanan bergizi seimbang.

2.    Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi.

3.    Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri (direkomendasikan paracetamol).

 

Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:

1.    Menghindari kontak dengan nyamuk sepanjang hari, cara nya dengan menggunakan repellent (penolak nyamuk) yang bisa digunakan diseluruh tubuh, saat tidur dapat menggunakan kelambu atau dalam ruangan ber- air conditioned.

2.    Melakukan  Pemberantasan  Sarang  Nyamuk  (PSN)  3M  Plus  (menguras  dan  menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang  bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain  seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)

3.    melakukan  pengawasan  jentik  dengan  melibatkan  peran  aktif  masyarakat  melalui  Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)

4.    Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti  diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.

5.    Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap  gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan  memakai  baju  yang  menutup  sebagian  besar  permukaan  kulit,  berwarna  cerah,  menghindari  pemakaian  wewangian  yang  dapat  menarik  perhatian  nyamuk  seperti  parfum dan deodoran.

6.    Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter.  Selain  itu  pada  masa  selama  berada  di  area  terjangkit  diharapkan  melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk. Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

 

Nah, berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG terkait curah hujan yang diprediksi akan tinggi sepanjang Januari hingga Februari di seluruh wilayah Indonesia, sehingga wajib bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan diri dan lingkungan. Di mulai dari kebersihan diri dan rumah kita, akan berperan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal kita.

 

Sumber:

European Center of Disease Control

Center for Disease Control and Prevention

http://dx.doi.org/10.1016/S0140-6736(16)00003-9

http://ecdc.europa.eu/en/healthtopics/zika_virus_infection/Pages/index.aspx