Struktur Organisasi Gunung Kidul

Program Studi Farmasi UII


  

   Kurikulum merupakan bagian penting dari sistem pengembangan pendidikan. Kualitas lulusan yang dihasilkan oleh suatu institusi pendidikan tinggi secara akademik akan sangat ditentukan oleh kurikulum yang dilaksanakan. Dengan demikian, setiap institusi pendidikan dituntut untuk memiliki sikap jeli dalam memperhatikan segala bentuk perubahan dan perkembangan baik dalam skala lokal maupun global yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, tuntutan pengguna lulusan, maupun tuntutan masyarakat secara umum. Hal-hal tersebut merupakan aspek penting yang tidak dapat diabaikan dalam proses penyusunan kurikulum yang akan ditawarkan.

   Pada dasarnya, kurikulum yang digunakan dalam program pendidikan sarjana (S-1) farmasi dirancang agar sarjana farmasi yang diluluskan memiliki kemampuan dasar yang kuat dalam hal pencarian dan pengembangan senyawa obat, formulasi dan teknologi sediaan obat, pemanfaatan dan pengembangan sumber daya alam untuk bahan obat, serta pelayanan obat yang berkualitas kepada masyarakat. Selain itu, kurikulum pendidikan sarjana farmasi juga harus memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengikuti trend yang sedang berkembang di dunia kefarmasian, yang sangat dimungkinkan akan selalu mengalami pergeseran.
   Kurikulum Program Studi Farmasi UII dirancang dan diberlakukan dengan harapan dapat memenuhi standar lulusan seperti yang telah diuraikan di atas. Dalam rangka menjawab tantangan kebutuhan tenaga farmasis handal yang siap berkarya di era global, telah dilakukan 3 kali perubahan kurikulum, terakhir kurikulum 2007/2008 yang merupakan revisi dari kurikulum 2003/2004. Mulai tahun akademik 2003/2004 program studi farmasi UII memberikan kurikulum berbasis kompetensi dengan kompetensi utama pada FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS. Pemberlakuan kurikulum baru tahun akademik 2007/2008 ini dilakukan setelah melalui serangkaian proses penelaahan dan penyusunan yang melibatkan para pakar di bidang kefarmasian. Kompetensi di bidang farmasi klinik dan komunitas di harapkan dimiliki oleh para lulusan melalui penguasaan mata kuliah kelompok farmakologi dan farmakoterapi. Selain itu juga diberikan muatan keterampilan komunikasi yang merupakan pengetahuan yang diperlukan di bidang pelayanan kesehatan.