Struktur Organisasi Bantul

Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan sejak pelita pertama telah memberikan hasil-hasil yang antara lain meningkatnya derajat kesehatan masyarakat


 

Keberhasilan pembangunan bidang kesehatan ini tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan masalah obat yang merupakan salah satu sub sistem dari sistem kesehatan nasional. Di samping adanya dukungan berupa penyebaran sarana pelayanan farmasi baik sektor pemerintah maupun swasta, keberhasilan pembangunan kesehatan dalam hal penyediaan dan pelayanan obat yang berkualitas untuk masyarakat juga tidak bisa lepas dari dukungan SDM farmasi. Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap obat baik dalam hal ketersediaan maupun pelayanannya, diperlukan pula peningkatan SDM farmasi baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Dari dasar pemikiran inilah Universitas Islam Indonesia pada tahun akademik 1998/1999 membuka Program Studi FARMASI pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Kehadiran program studi farmasi di UII ini diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi pengembangan bidang kefarmasian baik dalam skala nasional maupun internasional. Sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh UII, program studi farmasi diharapkan dapat mencetak tenaga-teanaga farmasis handal yang siap berkarya dan berkompetisi di era global yang selalu memiliki komitmen pada keunggulan dan nilai-nilai keislaman.

Profesi farmasi merupakan profesi yang berhubungan dengan seni dan ilmu dalam penyediaan bahan sumber alam dan bahan sintesis yang cocok dan menyenangkan untuk didistribusikan untuk digunakan dalam pengobatan dan pencegahan suatu penyakit. Farmasi meliputi pengetahuan tentang identifikasi, kombinasi, analisis dan standarisasi obat dan pengobatan, termasuk pula sifat-sifat obat dan distribusinya yang aman dan dalam penggunaanya, baik penyerahan obat atas dasar resep dokter maupun dalam penjualan bebas.

Pada seperempat abad terakhir, fungsi apoteker telah banyak mengalami perubahan baik mengenai orientasi pribadi maupun aktivitas profesinya. Apoteker tidak lagi membuat obat dengan tangan dan melayani resep dengan rahasia, tetapi sekarang merupakan partner dalam tim kesehatan yang menangani obat dengan potensi dan nilai yang benar dan dibuat dalam industri farmasi yang canggih.

Berkembangnya ilmu farmasi dan ilmu-ilmu kesehatan secara umum, juga ditunjang dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kualitas pelayanan kesehatan telah membawa dampak yang cukup berarti terhadap tuntutan peran farmasis dalam pelayanan kesehatan. Secara pelan tapi pasti paradigma pelayanan kefarmasian mengalami pergeseran dari sistem pelayanan yang berfokus pada obat (drug oriented) ke arah pelayanan yang berfokus pada pasien (patient oriented). Pergeseran paradigma ini secara dramatis telah merubah kurikulum kefarmasian di berbagai institusi pendidikan farmasi di seluruh indonesia.