Lokakarya Peran Apoteker Menuju Eliminasi TB Di Indonesia 2030 Di Kabupaten Sleman


Pada masa Pandemi Covid-19 ini, Tuberkulosis (TBC) serasa terbaikan padahal masih menjadi masalah global sampai saat ini. Indonesia merupakan negara dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia Berdasarkan Global TB Report WHO 2020. Diestimasikan terdapat 845.000 kasus TBC baru setiap tahunnya dengan angka kematian mencapai 98.000 orang atau setara dengan 11 orang kematian/jam.


Apoteker dalam hal ini dapat membantu : mengarahkan pasien yang diduga menderita TB untuk memeriksakan diri terhadap TB (case finding), memotivasi pasien untuk patuh dalam pengobatan, memberikan informasi dan konseling, membantu dalam pencatatan untuk pelaporan.


Apoteker sebagai salah satu komponen tenaga kesehatan hendaknya dapat berperan aktif dalam pemberantasan dan penanggulangan TB. Namun di Indonesia, peran apoteker dalam penanganan tuberkulosis dapat dikatakan belum optimal karena sebagian besar sebatas dalam penyediaan obat. Durasi pengobatan penyakit TB yang lama, tentunya memerlukan keterlibatan apoteker dari tahap dispensing obat, penggunaan obat, dan monitoring termasuk home care pharmacy.


Oleh karena itu ketersediaan informasi yang memadai merupakan bekal yang penting untuk meningkatkan kompetensi dalam rangka melaksanakan praktik kefarmasian khususnya penerapan konsep Pharmaceutical Care sebagai mitra dalam pengendalian tuberkulosis. Sehingga perlu diadakan seminar/lokakarya untuk memberikan informasi tentang terapi tuberkulosis dan obatnya, serta dapat memberikan kemudahan bagi apoteker yang akan bersama-sama profesi lain, ikut berjuang memberantas TB di Indonesia


Tujuan diadakanya Lokakarya ini adalah salah satunya untuk meningkatkan peran Apoteker komunitas di Kabupaten Sleman dan juga sebagai bentuk komitmen bersama apoteker Sleman dengan pihak terkait menuju eliminasi TB di Indonesia Tahun 2030.


Ketua PD IAI DIY Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm memberikan dukungan penuh terselenggaranya kegiatan ini dan juga memberikan materi terkait Peran Apoteker Menuju Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia Tahun 2030 yang bertempat di Hotel Harper Yogyakarta. Lokakarya ini terselenggara atas kerja sama MPKU, USAID, Dinas Kesehatan Kab Sleman, dan PC IAI Sleman yang didukung sepenuhnya oleh PD IAI DIY.


Selain Ketua PD IAI DIY, dalam Lokakarya ini disampaikan pula materi oleh beberapa pembicara lainnya yaitu:
1. Dulzaini, S.Kes.Ns yang menyampaikan tentang Kebijakan dan Strategi Program TB di Kabupaten Sleman
2. dr. Poppy Fornia, Sp.P., MKes yang menyampaikan tentang Diagnosis dan Pengobatan TB SO dan TB RO
3. apt. Deddy Setyono, S.Farm, menyampaikan tentang Komitmen Apoteker Sleman menuju Eliminasi TB 2030.


Lokakarya ini dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama peran Apoteker dalam program eliminasi TB di Indonesia Tahun 2030.