Bakti ATB IAI DIY Peningkatan Kapasitas Warga Lereng Merapi Menghadapi PPKM

(Penulis: Bidang Pengabdian Masyarakat & Tanggap Bencana IAI DIY)

 

Laju kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat membuat pemerintah melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 3 Juli 2021 hingga saat ini. Hal ini ditempuh sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan membatasi kegiatan perniagaan, perkantoran serta menutup beberapa ruas jalan di DIY. Kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan PPKM serta kepatuhan dalam pelaksanaan protokol kesehatan akan menjadi kunci menurunnya kasus harian positif Covid-19.

 

Menjelang pelaksanaan PPKM ini, apoteker tanggap bencana (ATB) DIY memandang perlu mendukung kebijakan pemerintah dengan memberikan sosiasasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat PPKM dan menumbuhkan sikap serta perilaku positif terhadap pencegahan penularab Covid-19. Pada Minggu 26 Juni 2021, mengambil tempat di dusun Imorejo, kelurahan Wonokerto, Kecamatan Turi, kabupaten Sleman, Pengurus Daerah bidang pengabdian masyarakat dan tanggap bencana IAI DIY menggandeng ATB dari PC IAI Sleman melakukan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat menghadapi PPKM dan mencegah penularan Covid-19.

 

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadiri oleh perwakilan warga dan pengurus takmir masjid Baitul Iman. Perwakilan ATB DIY dari PC Sleman apt Nirma Atin Sidqia Lubis S.Si dan apt. Chrisna Wardhani, S.Si bergantian memberikan materi dan pelatihan bagi masyarakat. Acara dibuka oleh tokoh masyarakat setempat dilanjutkan oleh apt Nirma dengan menekankan pentingnya mentaati PPKM yang akan diselenggarakan oleh pemerintah dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan 5M dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi kegiatan dan menjauhi kerumunan.

 

Pelatihan cuci tangan dengan 6 langkah diberikan oleh apt Chrisna yang diikuti peragaan bersama oleh semua warga yang hadir. Kedua apoteker ini juga memberikan beberapa klarifikasi tentang isu maupun hoax yang beredar di masyarakat tentang berbagai obat Covid-19 dan menekankan pentingnya warga untuk mengambil peran aktif kepesertaan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya untuk menumbuhkan kekebalan tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. Acara yang didukung oleh Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia ini di akhiri dengan pemberian bantuan untuk warga berupa 150 pcs masker kain, 150 pcs hand sanitizer dan 25 liter cairan deinfektan untuk masjid produksi laboratorium Farmasi UII.

 

Ketua takmir masjid Baitul Iman, bapak Sumardjo (63) mewakili warga Imorejo dan khususnya jamaah masjid Baitul Iman menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua bantuan, informasi dan klarifikasi isu terkait Covid-19 serta berharap ke depannya ada program-program dari PD IAI DIY untuk mendampingi warga dalam menghadapi isu kesehatan dan kefarmasian.